Kenangan

October 25th, 2010
Posted in Uncategorized
5 Comments »

Hey! Saya abis ngeliat foto-foto lama nih, foto waktu saya melantik, dan dilantik, waktu ikut PMR di SMA dulu.

Inilah foto-foto ituu..

Foto-foto waktu pelantikan PMR di Curug entah apa namanya. Yaaah, pokoknya begitu daah..

Tiba-tiba saya jadi kangen sama masa-masa itu..

Baiklah teman, semoga suatu saat nanti kita bisa ngumpul bareng-bareng lagi.. 😀

Biasa

September 14th, 2010
Posted in Uncategorized
No Comments »

Nama : Yaumil Khoiriyah
NRP : G64100088
Laskar : 11

BIASA

Perkenalkan, saya adalah seorang anak muda biasa, yang hidup dengan segala kebiasaan saya yang biasa. Lahir ditengah-tengah keluarga biasa, yang sama dengan WNI lainnya.
Masa kecil saya lewatkan dengan berbagai kejadian biasa yang juga dialami oleh kebanyakan anak di negara ini. Jatuh ketika berlatih menaiki sepeda, terjatuh ke dalam saluran air ketika bermain, dan berbagai pengalaman lainnya. Saat bersekolah pun saya mengalami hal yang sama seperti anak-anak pada umumnya, di remedial saat ulangan, mengerjakan PR kebut dalam sehari semalam, dan lainnya. Namun begitu, saya bahagia dengan semua kebiasaan saya yang biasa.
Apa yang membuat saya begitu bahagia? Tidak saya sangkal bahwa hidup saya juga penuh dengan masalah seperti kehidupan manusia pada umumnya. Tapi sebagian besar kejadia yang tidak mengenakkan tersebut, saya pikirkan dengan pemikiran saya yang biasa, yaitu inilah hal yang terbaik. Hal terbaik yang sudah Allah pilihkan kepada saya, yang harus saya terima apapun yang terjadi.
Ya, dengan berpikir begitu saya akan harus terus maju dalam hidup ini. Tidak bisa mundur, harus maju apapun yang terjadi. Seperti kalimat dalam komik yang pernah saya baca “Kalau mundur, kau akan jadi tua. Kalau ragu, kau akan mati!”. Yaah, meskipun sering saya merasa ragu, tapi setidaknya saya belum mati, saya masih hidup sampai akan tiba saatnya nanti saya akan mati.
Mungkin hidup saya belum sehebat anak-anak muda lainnya yang sudah bisa mendapat beasiswa ke luar negeri, atau yang sudah sukses membuaka usaha sendiri. Mengapa saya katakan belum? Karena akan selalu ada kemungkinan kesempatan itu datang kepada saya. Selama saya masih hidup, dan masih tetap pada kebiasaan saya yang biasa.
Memang, tidak semua kebiasaan saya yang biasa itu adalah hal yang baik, tapi saya percaya masih ada kesempatan bagi saya untuk merubah kebiasaan itu menjadi baik. Selalu terbuka kesempatan untuk berbuat baik, dan berubah menjadi lebih baik. Ya, kesempatan yang harus kita manfaatkan selalu.

Sepupu

September 14th, 2010
Posted in Uncategorized
No Comments »

Nama   : Yaumil Khoiriyah

NRP    : G64100088

Laskar : 11

SEPUPU

Ini cerita tentang sepupu saya, sebut saja dia “D”. Dia seumuran dengan saya, dan kami sering bermain bersama saat masihsama-sama kecil. Dia termasuk orang yang menyebalkan saat itu, sama seperti bocah lelaki pada umumnya. Dia sering meledek saya, menyembunyikan barang-barang saya, kadang kami bertengkar. Ya, pertengkaran khas anak kecil, tapi kemudian kami bermain bersama lagi.

Seiring perjalanan waktu, kami semakin jarang bertemu. Kami semakin besar, dan keakraban semasa kecil perlahan-lahan berganti menjadi rasa canggung terhadap asatu sama lain. Kami sama-sama menjadi pendiam ketika bertemu. Namun, karena seumuran saya dengan seenaknya menganggap dia sebagai rival.

Jika kedua orangtua kami bertemu, mereka pasti saling bercerita tentang perkembangan belajar kami masing-masing. Pastinya tiap tahun ajaran baru dimulai, akan saling ditanyakan berapa nilai yang kami peroleh. Berapa NEM-nya? Begiru dan sebagainya. Dan dia selalu mendapat prestasi yang bagus, yang keren di mata saya. Begitu pikir saya ketika mendengar cerita tentang dia dari ibu saya.

Ya, dia sepupu saya yang sederhana, yang merupakan salah seorang anak dari keluarganya yang besar, yang hidup dengan asuhan orangtua tunggal karena ayahnya alias pakde saya telah berpuang saat ia masih kecil. Dia dengan gaya hidupnya yang apa adanya, tidak banyak gaya, tidak banyak meuntut ini-itu, sosok yang saya kenal pendiam.

Dan sekarang, dia diterima sebagai mahasiswa di salah satu universitas negerei di Jogja. Di universitas yang banyak diinginkan oleh teman saya sebagai tempat mereka melanjutkan pendidikannya. Dan dia tidak harus memberatkan ibunya dengan biaya kuliah yang besar, dia mendapat beasiswa. Ah, saya ingin seperti dia.

Dengan kesederhanaannya, dia pasti membuat ibunya bangga. Jangankan ibunya, saya saja bangga mempunyai sepupu seperti dia, salut rasanya, sederhana.